{"id":1832,"date":"2026-08-11T05:07:03","date_gmt":"2026-08-11T04:07:03","guid":{"rendered":"https:\/\/lpakri.com\/?page_id=1832"},"modified":"2026-08-11T08:42:15","modified_gmt":"2026-08-11T07:42:15","slug":"koordinasi-dengan-penegak-hukum","status":"publish","type":"page","link":"https:\/\/lpakri.com\/index.php\/koordinasi-dengan-penegak-hukum\/","title":{"rendered":"Koordinasi Dengan Penegak Hukum"},"content":{"rendered":"\t\t<div data-elementor-type=\"wp-page\" data-elementor-id=\"1832\" class=\"elementor elementor-1832\" data-elementor-post-type=\"page\">\n\t\t\t\t\t\t<section class=\"elementor-section elementor-top-section elementor-element elementor-element-7312025 elementor-section-boxed elementor-section-height-default elementor-section-height-default\" data-id=\"7312025\" data-element_type=\"section\">\n\t\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-container elementor-column-gap-default\">\n\t\t\t\t\t<div class=\"aux-parallax-section elementor-column elementor-col-100 elementor-top-column elementor-element elementor-element-aefff4d\" data-id=\"aefff4d\" data-element_type=\"column\">\n\t\t\t<div class=\"elementor-widget-wrap elementor-element-populated\">\n\t\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-56205b4 elementor-widget elementor-widget-image\" data-id=\"56205b4\" data-element_type=\"widget\" data-widget_type=\"image.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"768\" height=\"768\" src=\"https:\/\/lpakri.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/konsultasi-dengan-aph-768x768.png\" class=\"attachment-medium_large size-medium_large wp-image-1915\" alt=\"\" srcset=\"https:\/\/lpakri.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/konsultasi-dengan-aph-768x768.png 768w, https:\/\/lpakri.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/konsultasi-dengan-aph-300x300.png 300w, https:\/\/lpakri.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/konsultasi-dengan-aph-150x150.png 150w\" sizes=\"(max-width: 768px) 100vw, 768px\" \/>\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t<\/section>\n\t\t\t\t<section class=\"elementor-section elementor-top-section elementor-element elementor-element-56e3cd0 elementor-section-boxed elementor-section-height-default elementor-section-height-default\" data-id=\"56e3cd0\" data-element_type=\"section\">\n\t\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-container elementor-column-gap-default\">\n\t\t\t\t\t<div class=\"aux-parallax-section elementor-column elementor-col-100 elementor-top-column elementor-element elementor-element-91c09b2\" data-id=\"91c09b2\" data-element_type=\"column\">\n\t\t\t<div class=\"elementor-widget-wrap elementor-element-populated\">\n\t\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-d22688d elementor-widget elementor-widget-text-editor\" data-id=\"d22688d\" data-element_type=\"widget\" data-widget_type=\"text-editor.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t\t\t<div id=\"model-response-message-contentr_a8b36e3ef65be077\" class=\"markdown markdown-main-panel md-content enable-luminous-fast-follows enable-updated-hr-color\" dir=\"ltr\" aria-busy=\"false\" aria-live=\"polite\"><div class=\"\" dir=\"\">Koordinasi dengan Aparat Penegak Hukum (APH) seperti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kejaksaan Agung\/Kejaksaan Tinggi\/Kejaksaan Negeri, dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri)\u2014merupakan tahap krusial bagi <b data-path-to-node=\"0\" data-index-in-node=\"218\">Lembaga Peduli Anti Korupsi Republik Indonesia (LPAKRI)<\/b>.<\/div><p>\u00a0<\/p><div class=\"\" dir=\"\">Sebagai lembaga swadaya masyarakat sipil, LPAKRI tidak memiliki wewenang eksekusi atau penyidikan mandiri. Oleh karena itu, tugas koordinasi ini ditujukan untuk menjembatani temuan masyarakat\/investigasi independen agar dapat diproses secara sah menurut hukum acara pidana.<\/div><p>\u00a0<\/p><div class=\"\" dir=\"\">Berikut uraian lengkap mengenai tugas LPAKRI dalam hal koordinasi dengan penegak hukum:<\/div><p>\u00a0<\/p><h3 style=\"text-align: left;\" data-path-to-node=\"4\"><span style=\"color: #ff6600;\">Penyerahan Laporan Hasil Investigasi (LHI) dan Bukti Permulaan<\/span><\/h3><ul data-path-to-node=\"5\"><li><div class=\"\" dir=\"\"><b data-path-to-node=\"5,0,0\" data-index-in-node=\"0\">Penyampaian Berkas Resmi:<\/b> Mengirimkan Laporan Hasil Investigasi (LHI) beserta bukti permulaan yang cukup (<i data-path-to-node=\"5,0,0\" data-index-in-node=\"106\">prima facie evidence<\/i>) secara tertulis dan formal kepada pimpinan\/unit penindakan di KPK, Kejaksaan, atau Kepolisian.<\/div><\/li><li><div class=\"\" dir=\"\"><b data-path-to-node=\"5,1,0\" data-index-in-node=\"0\">Gelar Paparan Perkara (Audiensi Teknis):<\/b> Mengikuti atau meminta audiensi resmi dengan tim penyidik\/penyelidik APH untuk memaparkan konstruksi kasus, modus operandi, serta estimasi indikasi kerugian keuangan negara dari temuan LPAKRI.<\/div><\/li><\/ul><h3 style=\"text-align: left;\" data-path-to-node=\"6\"><span style=\"color: #ff6600;\">Pemberian Keterangan Ahli \/ Saksi Informasi dan Pendalaman Bukti<\/span><\/h3><ul data-path-to-node=\"7\"><li><div class=\"\" dir=\"\"><b data-path-to-node=\"7,0,0\" data-index-in-node=\"0\">Klarifikasi Temuan:<\/b> Memenuhi panggilan atau undangan klarifikasi dari pihak penyidik untuk memberikan keterangan tambahan terkait laporan yang telah diserahkan.<\/div><\/li><li><div class=\"\" dir=\"\"><b data-path-to-node=\"7,1,0\" data-index-in-node=\"0\">Fasilitasi Akses Bukti Tambahan:<\/b> Membantu penyidik menghubungkan jaringan saksi lapangan atau mengarahkan akses ke dokumen-dokumen tambahan yang dibutuhkan untuk memperkuat proses penyelidikan.<\/div><\/li><\/ul><h3 style=\"text-align: left;\" data-path-to-node=\"8\"><span style=\"color: #ff6600;\">Pemantauan dan Pengawalan Progres Kasus (<i data-path-to-node=\"8\" data-index-in-node=\"44\">Case Tracking<\/i>)<\/span><\/h3><ul data-path-to-node=\"9\"><li><div class=\"\" dir=\"\"><b data-path-to-node=\"9,0,0\" data-index-in-node=\"0\">Monitoring Surat Pemberitahuan Progres:<\/b> Meminta dan memantau pembaruan status penanganan perkara (seperti SP2HP\/Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan) secara berkala guna memastikan laporan tidak terhenti atau &#8220;mangkrak&#8221;.<\/div><\/li><li><div class=\"\" dir=\"\"><b data-path-to-node=\"9,1,0\" data-index-in-node=\"0\">Supervisi Bersama:<\/b> Dalam kasus di mana tindak pidana korupsi dilimpahkan atau ditangani oleh APH di daerah, LPAKRI berkoordinasi dengan KPK untuk mengusulkan tindakan supervisi jika ditemukan indikasi kejanggalan dalam penanganan kasus oleh penyidik lokal.<\/div><\/li><\/ul><h3 style=\"text-align: left;\" data-path-to-node=\"10\"><span style=\"color: #ff6600;\">Koordinasi Perlindungan Saksi dan Pelapor (<i data-path-to-node=\"10\" data-index-in-node=\"46\">Whistleblower<\/i>)<\/span><\/h3><ul data-path-to-node=\"11\"><li><div class=\"\" dir=\"\"><b data-path-to-node=\"11,0,0\" data-index-in-node=\"0\">Rekomendasi Perlindungan:<\/b> Berkoordinasi dengan APH serta Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) untuk memastikan bahwa saksi kunci atau pelapor yang informasinya digunakan oleh penyidik mendapatkan jaminan keamanan fisik, hukum, dan kerahasiaan identitas.<\/div><\/li><li><div class=\"\" dir=\"\"><b data-path-to-node=\"11,1,0\" data-index-in-node=\"0\">Mitigasi Gugatan Balik:<\/b> Melakukan koordinasi pencegahan apabila pelapor terancam dilaporkan kembali (gugatan perdata atau pidana pencemaran nama baik) agar penyidikan perkara korupsinya tetap diprioritaskan terlebih dahulu sesuai Pasal 10 UU LPSK.<\/div><\/li><\/ul><h3 style=\"text-align: left;\" data-path-to-node=\"12\"><span style=\"color: #ff6600;\">Sinergi Program Pencegahan dan Pelatihan Bersama<\/span><\/h3><ul data-path-to-node=\"13\"><li><div class=\"\" dir=\"\"><b data-path-to-node=\"13,0,0\" data-index-in-node=\"0\">Pertukaran Data dan Informasi:<\/b> Membagikan data tren\/pola korupsi di daerah tertentu kepada APH sebagai bahan pemetaan wilayah rawan tindak pidana korupsi.<\/div><\/li><li><div class=\"\" dir=\"\"><b data-path-to-node=\"13,1,0\" data-index-in-node=\"0\">Kegiatan Bersama (<i data-path-to-node=\"13,1,0\" data-index-in-node=\"18\">Joint Initiatives<\/i>):<\/b> Melibatkan APH dalam forum sosialisasi, lokakarya, atau penyuluhan hukum yang diselenggarakan LPAKRI guna memperkuat literasi anti-korupsi di tengah masyarakat.<\/div><\/li><\/ul><h3 style=\"text-align: left;\" data-path-to-node=\"15\"><span style=\"color: #ff6600;\">Landasan Hukum Sinergi LPAKRI dan APH<\/span><\/h3><div class=\"\" dir=\"\">Koordinasi ini berakar pada kewajiban legal penegak hukum untuk menindaklanjuti peran serta masyarakat, sebagaimana diatur dalam:<\/div><p>\u00a0<\/p><ul data-path-to-node=\"17\"><li><div class=\"\" dir=\"\"><b data-path-to-node=\"17,0,0\" data-index-in-node=\"0\">UU No. 31 Tahun 1999 jo. UU No. 20 Tahun 2001 (Pasal 41):<\/b> Hak masyarakat untuk mencari, memperoleh, dan memberikan informasi adanya dugaan tindak pidana korupsi serta hak untuk mendapatkan jawaban atas informasi yang diberikan kepada penegak hukum.<\/div><\/li><li><div class=\"\" dir=\"\"><b data-path-to-node=\"17,1,0\" data-index-in-node=\"0\">PP No. 43 Tahun 2018:<\/b> Mengatur mekanisme penerimaan, verifikasi, dan tenggat waktu penanganan laporan masyarakat oleh APH.<\/div><\/li><\/ul><div class=\"attachment-container unknown\">\u00a0<\/div><\/div>\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t<\/section>\n\t\t\t\t<section class=\"elementor-section elementor-top-section elementor-element elementor-element-5772476 elementor-section-boxed elementor-section-height-default elementor-section-height-default\" data-id=\"5772476\" data-element_type=\"section\">\n\t\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-container elementor-column-gap-default\">\n\t\t\t\t\t<div class=\"aux-parallax-section elementor-column elementor-col-100 elementor-top-column elementor-element elementor-element-a35c8ff\" data-id=\"a35c8ff\" data-element_type=\"column\">\n\t\t\t<div class=\"elementor-widget-wrap elementor-element-populated\">\n\t\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-77a3611 elementor-widget elementor-widget-image\" data-id=\"77a3611\" data-element_type=\"widget\" data-widget_type=\"image.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"720\" src=\"https:\/\/lpakri.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Koordinasi-dengan-penegak-hukum-1024x720.jpeg\" class=\"attachment-large size-large wp-image-1882\" alt=\"\" \/>\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t<\/section>\n\t\t\t\t<section class=\"elementor-section elementor-top-section elementor-element elementor-element-2796a43 elementor-section-boxed elementor-section-height-default elementor-section-height-default\" data-id=\"2796a43\" data-element_type=\"section\">\n\t\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-container elementor-column-gap-default\">\n\t\t\t\t\t<div class=\"aux-parallax-section elementor-column elementor-col-100 elementor-top-column elementor-element elementor-element-df856ca\" data-id=\"df856ca\" data-element_type=\"column\">\n\t\t\t<div class=\"elementor-widget-wrap elementor-element-populated\">\n\t\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-312fab8 elementor-widget elementor-widget-heading\" data-id=\"312fab8\" data-element_type=\"widget\" data-widget_type=\"heading.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t<h3 class=\"elementor-heading-title elementor-size-default\">Bagaimana bentuk koordinasi dan alur penyerahan hasil investigasi LPAKRI kepada lembaga penegak hukum seperti KPK atau Kepolisian?<\/h3>\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-42f6611 elementor-widget elementor-widget-text-editor\" data-id=\"42f6611\" data-element_type=\"widget\" data-widget_type=\"text-editor.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t\t\t<div id=\"model-response-message-contentr_19a1f6a325f7f866\" class=\"markdown markdown-main-panel md-content enable-luminous-fast-follows enable-updated-hr-color\" dir=\"ltr\" aria-busy=\"false\" aria-live=\"polite\"><div class=\"\" dir=\"\">Koordinasi dan penyerahan hasil investigasi independen oleh <b data-path-to-node=\"0\" data-index-in-node=\"60\">Lembaga Peduli Anti Korupsi Republik Indonesia (LPAKRI)<\/b> kepada Aparat Penegak Hukum (APH)\u2014seperti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), maupun Kejaksaan\u2014dilakukan melalui mekanisme kerja sama publik-LSM yang berpedoman pada <b data-path-to-node=\"0\" data-index-in-node=\"328\">PP No. 43 Tahun 2018<\/b> serta prosedur administrasi laporan pengaduan masyarakat.<\/div><h3 style=\"text-align: left;\" data-path-to-node=\"2\"><span style=\"color: #ff6600;\">I. Bentuk Koordinasi LPAKRI dengan Penegak Hukum<\/span><\/h3><div class=\"\" dir=\"\">Koordinasi antara LPAKRI dan APH dilakukan dalam beberapa format formal dan teknis:<\/div><ol start=\"1\" data-path-to-node=\"4\"><li><div class=\"\" dir=\"\"><b data-path-to-node=\"4,0,0\" data-index-in-node=\"0\">Audiensi dan Gelar Paparan Perkara Informal:<\/b><\/div><ul data-path-to-node=\"4,0,1\"><li><div class=\"\" dir=\"\">Pengurus DPP\/DPD LPAKRI meminta audiensi resmi dengan pimpinan\/unit penindakan APH (seperti Biro Wasidik Bareskrim\/Ditkrimsus Polda di Kepolisian, Pidsus di Kejaksaan, atau Direktorat Pelayanan Laporan dan Pengaduan Masyarakat di KPK) untuk memaparkan temuan.<\/div><\/li><\/ul><\/li><li><div class=\"\" dir=\"\"><b data-path-to-node=\"4,1,0\" data-index-in-node=\"0\">Kunjungan Koordinasi &amp; Pendampingan Lapangan:<\/b><\/div><ul data-path-to-node=\"4,1,1\"><li><div class=\"\" dir=\"\">Melakukan pendampingan bersama (<i data-path-to-node=\"4,1,1,0,0\" data-index-in-node=\"32\">joint inspection<\/i>) atau koordinasi langsung di lapangan saat menangani kasus spesifik (misalnya peninjauan lokasi proyek\/lahan bersama penyidik Polda atau dinas terkait).<\/div><\/li><\/ul><\/li><li><div class=\"\" dir=\"\"><b data-path-to-node=\"4,2,0\" data-index-in-node=\"0\">Panggilan Klarifikasi &amp; BAP Keterangan Laporan:<\/b><\/div><ul data-path-to-node=\"4,2,1\"><li><div class=\"\" dir=\"\">Tim investigasi LPAKRI hadir memenuhi panggilan APH untuk memberikan keterangan tambahan, verifikasi berkas, atau klarifikasi atas Laporan Hasil Investigasi (LHI) yang diserahkan.<\/div><\/li><\/ul><\/li><li><div class=\"\" dir=\"\"><b data-path-to-node=\"4,3,0\" data-index-in-node=\"0\">Koordinasi Perlindungan Saksi\/Informan:<\/b><\/div><ul data-path-to-node=\"4,3,1\"><li><div class=\"\" dir=\"\">Bekerja sama dengan APH dan LPSK untuk memastikan bahwa saksi kunci atau <i data-path-to-node=\"4,3,1,0,0\" data-index-in-node=\"73\">whistleblower<\/i> yang informasinya digali oleh LPAKRI mendapatkan jaminan keamanan dan kerahasiaan identitas.<\/div><\/li><\/ul><\/li><\/ol><h3 style=\"text-align: left;\" data-path-to-node=\"6\"><span style=\"color: #ff6600;\">II. Alur Penyerahan Hasil Investigasi LPAKRI ke APH<\/span><\/h3><div class=\"\" dir=\"\">Proses penyerahan berkas investigasi LPAKRI dari tahap internal hingga diterima oleh penegak hukum mengikuti alur berikut:<\/div><div dir=\"\">\u00a0<\/div><div class=\"code-block ng-tns-c1450180438-36 ng-animate-disabled ng-trigger ng-trigger-codeBlockRevealAnimation\" data-hveid=\"0\" data-ved=\"0CAAQhtANahgKEwip6e2HzpeWAxUAAAAAHQAAAAAQvgE\"><div class=\"formatted-code-block-internal-container ng-tns-c1450180438-36\"><div class=\"animated-opacity ng-tns-c1450180438-36\"><h3 style=\"text-align: left;\" data-path-to-node=\"12\"><span style=\"color: #ff6600;\">1. Verifikasi &amp; Legal Drafting Internal LPAKRI<\/span><\/h3><\/div><\/div><\/div><ul><li><div class=\"\" dir=\"\">Tim Investigasi LPAKRI menyaring seluruh temuan lapangan (foto, video, berita acara, bukti dokumen) dan memeriksa validitasnya.<\/div><\/li><li><div class=\"\" dir=\"\">Hasil temuan disahkan oleh jajaran pengurus (DPP\/DPD) untuk memastikan laporan memenuhi unsur legalitas dan bebas dari muatan fitnah.<\/div><\/li><\/ul><h3 style=\"text-align: left;\" data-path-to-node=\"12\"><span style=\"color: #ff6600;\">2. Penyusunan Laporan Hasil Investigasi (LHI)<\/span><\/h3><div class=\"\" dir=\"\">Berkas disusun secara sistematis agar memenuhi kriteria <b data-path-to-node=\"13\" data-index-in-node=\"56\">alat bukti permulaan yang cukup<\/b>, mencakup:<\/div><ul data-path-to-node=\"14\"><li><div class=\"\" dir=\"\"><b data-path-to-node=\"14,0,0\" data-index-in-node=\"0\"><span class=\"citation-80 citation-end-80\">Identitas Pelapor (LPAKRI):<\/span><\/b> Legalitas lembaga dan narahubung resmi.<\/div><\/li><li><div class=\"\" dir=\"\"><b data-path-to-node=\"14,1,0\" data-index-in-node=\"0\">Uraian Posisi Kasus &amp; Kronologi:<\/b> Tempat, waktu pengerjaan, dan modus operandi (seperti <i data-path-to-node=\"14,1,0\" data-index-in-node=\"87\">mark-up<\/i>, proyek fiktif, pengurangan spesifikasi).<\/div><\/li><li><div class=\"\" dir=\"\"><b data-path-to-node=\"14,2,0\" data-index-in-node=\"0\">Subjek Terlapor:<\/b> Pihak-pihak yang diduga terlibat (pejabat pembuat komitmen, penyedia jasa\/kontraktor, dll.).<\/div><\/li><li><div class=\"\" dir=\"\"><b data-path-to-node=\"14,3,0\" data-index-in-node=\"0\">Estimasi Potensi Kerugian Negara:<\/b> Berdasarkan hitungan awal selisih anggaran publik dan fakta fisik lapangan.<\/div><\/li><li><div class=\"\" dir=\"\"><b data-path-to-node=\"14,4,0\" data-index-in-node=\"0\">Lampiran Bukti Fisik:<\/b> Fotokopi kontrak\/DPA, dokumentasi visual lokasi proyek, data transaksi\/pembayaran, serta daftar saksi.<\/div><\/li><\/ul><h3 style=\"text-align: left;\" data-path-to-node=\"15\"><span style=\"color: #ff6600;\">3. Pemetaan Kewenangan Lembaga Penegak Hukum<\/span><\/h3><div class=\"\" dir=\"\">LPAKRI memilih tujuan penyerahan laporan berdasarkan kriteria kasus:<\/div><ul data-path-to-node=\"17\"><li><div class=\"\" dir=\"\"><b data-path-to-node=\"17,0,0\" data-index-in-node=\"0\"><span class=\"citation-79 citation-end-79\">Ke KPK:<\/span><\/b> <span class=\"citation-78 citation-end-78\">Jika melibatkan pejabat negara\/penyelenggara negara, penegak hukum, dan\/atau menyangkut kerugian negara di atas Rp1 Miliar.<\/span><\/div><\/li><li><div class=\"\" dir=\"\"><b data-path-to-node=\"17,1,0\" data-index-in-node=\"0\">Ke Kepolisian (Polres\/Polda\/Bareskrim) atau Kejaksaan (Kajari\/Kejati\/Kejagung):<\/b> Untuk kasus-kasus tindak pidana korupsi di tingkat daerah, pengadaan barang\/jasa instansi lokal, atau tindak pidana umum lain yang menyertainya.<\/div><\/li><\/ul><h3 style=\"text-align: left;\" data-path-to-node=\"18\"><span style=\"color: #ff6600;\">4. Penyerahan Resmi &amp; Registrasi Berkas<\/span><\/h3><ul data-path-to-node=\"19\"><li><div class=\"\" dir=\"\">LPAKRI menyerahkan berkas laporan secara langsung melalui Loket Pengaduan Masyarakat di kantor KPK, Kejaksaan, atau Kepolisian.<\/div><\/li><li><div class=\"\" dir=\"\">Tim LPAKRI menerima <b data-path-to-node=\"19,1,0\" data-index-in-node=\"20\">Tanda Terima Laporan Resmi<\/b> yang memuat nomor registrasi pengaduan sebagai bukti penyerahan dokumen.<\/div><\/li><\/ul><h3 style=\"text-align: left;\" data-path-to-node=\"20\"><span style=\"color: #ff6600;\">5. Klarifikasi Teknis &amp; Ekspose Temuan<\/span><\/h3><ul data-path-to-node=\"21\"><li><div class=\"\" dir=\"\">APH menelaah dan memverifikasi kelengkapan berkas yang diserahkan.<\/div><\/li><li><div class=\"\" dir=\"\">Tim LPAKRI diundang untuk memberikan penjelasan tambahan (klarifikasi) atau melakukan gelar perkara awal bersama penyelidik APH guna mendalami indikasi pidana.<\/div><\/li><\/ul><h3 style=\"text-align: left;\" data-path-to-node=\"22\"><span style=\"color: #ff6600;\">6. Monitoring dan Evaluasi Pasca-Penyerahan (<i data-path-to-node=\"22\" data-index-in-node=\"45\">Case Tracking<\/i>)<\/span><\/h3><ul data-path-to-node=\"23\"><li><div class=\"\" dir=\"\">LPAKRI secara berkala bersurat atau berkoordinasi untuk menanyakan perkembangan penanganan laporan melalui mekanisme Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penelitian Pengaduan\/Penyidikan (SP2HP).<\/div><\/li><li><div class=\"\" dir=\"\">Apabila kasus di daerah mengalami hambatan atau penghentian tanpa alasan hukum yang jelas, LPAKRI berhak meminta koordinasi atau supervisi dari KPK.<\/div><\/li><\/ul><h3 style=\"text-align: left;\" data-path-to-node=\"25\"><span style=\"color: #ff6600;\">Kunci Keberhasilan Penyerahan Laporan<\/span><\/h3><div class=\"\" dir=\"\">Agar hasil investigasi LPAKRI langsung ditindaklanjuti oleh KPK atau Kepolisian, berkas investigasi harus memenuhi prinsip <b data-path-to-node=\"26\" data-index-in-node=\"123\">3K<\/b>:<\/div><ol start=\"1\" data-path-to-node=\"27\"><li><div class=\"\" dir=\"\"><b data-path-to-node=\"27,0,0\" data-index-in-node=\"0\">Konteks Jelaskan:<\/b> Kronologi perbuatan melawan hukum terurai secara logis.<\/div><\/li><li><div class=\"\" dir=\"\"><b data-path-to-node=\"27,1,0\" data-index-in-node=\"0\">Kuantifikasi Jelas:<\/b> Ada indikasi selisih\/penyimpangan keuangan negara yang rasional.<\/div><\/li><li><div class=\"\" dir=\"\"><b data-path-to-node=\"27,2,0\" data-index-in-node=\"0\">Ketersediaan Bukti Otentik:<\/b> Didukung oleh dokumen fisik, foto\/rekaman lokasi, dan data teknis yang terverifikasi.<\/div><\/li><\/ol><div class=\"attachment-container unknown\">\u00a0<\/div><\/div>\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t<\/section>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Koordinasi dengan Aparat Penegak Hukum (APH) seperti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kejaksaan Agung\/Kejaksaan Tinggi\/Kejaksaan Negeri, dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri)\u2014merupakan tahap krusial bagi Lembaga Peduli Anti Korupsi Republik Indonesia (LPAKRI). \u00a0 Sebagai lembaga swadaya masyarakat sipil, LPAKRI tidak memiliki wewenang eksekusi atau penyidikan mandiri. Oleh karena itu, tugas koordinasi ini ditujukan untuk menjembatani temuan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"parent":0,"menu_order":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","template":"","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"footnotes":""},"class_list":["post-1832","page","type-page","status-publish","hentry"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lpakri.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/1832","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lpakri.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/pages"}],"about":[{"href":"https:\/\/lpakri.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/page"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lpakri.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lpakri.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1832"}],"version-history":[{"count":28,"href":"https:\/\/lpakri.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/1832\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1918,"href":"https:\/\/lpakri.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/1832\/revisions\/1918"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lpakri.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1832"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}